Buliran keringat kan terus mengalir
Melembabkan kerutan tubuh yg mulai renta
Takkan ku tengadahkan kepala
Mengais sayap-sayap lusuh
Dalam peraduan
…
Yakinlah….
Kompas pemberianmu, tetap terpatri di mata kaki
Sketsa kaki yang tlah lama tertinggal, takkan meredupkan cahayanya
Kan ku usap lapang dahimu
Walau tetesan air asam kecut membanjiri surgamu
Tunggulah….
Purwokerto, 27 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar